Resensi Film: Ali & Ratu-Ratu Queens
PERTEMANAN TIDAK MEMILIKI BATAS USIA
Oleh: Kaka Zulfian Arrofiq - 10080021030
Judul
film : Ali & Ratu-Ratu Queens
Tahun : 2021
Genre : Drama Komedi
Studio
Produksi : Palari Films dan
Phoenix Films
Sutradara : Lucky Kuswandi
Produser : Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia
Penulis Naskah :
Gina S. Noer
Durasi :
100 menit
Pemeran :
Iqbaal Ramadhan (Ali Widjanarko), Gamaliel Eleazar (Ali kecil), Marissa Anita
(Mia/ibu Ali), Ibnu Jamilo (Hasan/ayah Ali), Aurora Ribero (Eva), Tika
Panggabean (Ance), Nirina Zubir (Party), Asri Welas (Biyah), Happy Salma
(Chinta), Bayu Skak (Zoopunk/Zulfikri Pamungkas), Cut Mini Theo (Suci), Arief
Didu (Paman Halim), Reza Chandika (Sepupu Ali), Sita Nursanti (Istri paman
Halim), Rendha Rais (Nara, istri sepupu Ali), Aline Jusria (Perempuan menyewa
rumah).
Film Ali & Ratu-Ratu Queens berisi tentang karier,
penyesalan dan kesalahpahaman. Film ini menceritakan tentang seorang remaja
laki-laki bernama Ali. Ia memiliki kehidupan yang rumit mengenai keluarganya.
Ketika Ali masih kecil ia harus ditinggalkan oleh ibunya yang bernama Mia ke
New York. Alasan Mia pergi meninggalkan Ali karena Mia ingin mengejar
cita-citanya sebagai seorang penyanyi. Akhirnya Mia harus rela meninggalkan Ali
bersama suaminya yang bernama Hasan. Selama belasan tahun Ali tinggal berdua
bersama ayahnya hingga ia masuk ke jenjang kuliah. Dari awal kepergian ibunya
hingga Ali dewasa, ibunya tidak pernah sekalipun pulang ke Indonesia bahkan
tidak ada kabar apapun dari ibunya.
Ketika Ali beranjak remaja, ayahnya meninggal dikarenakan
sakit. Ali selalu memikirkan ibunya dan ketika Ali membereskan kamar ayahnya
Ali menemukan sebuah surat dari ibunya. Surat itu membuat Ali ingin pergi ke
New York untuk menemui ibunya. Kemudian Ali memutuskan untuk menyewakan rumah
yang ia tinggali sebagai bekal untuk pergi ke New York. Pada awalnya Ali sempat
ditentang untuk pergi ke New York oleh keluarganya, tetapi Ali tetap bertekad
pergi ke New York. Sesampainya di New York Ali bertemu
dengan para wanita Indonesia yang sedang mengadu nasib di New York.
Wanita-wanita
yang ditemui Ali di New York yaitu Ance, Party, Biyah, dan Chinta. Keempat
Wanita tersebut dikenal dengan sebutan Ratu-Ratu Queens. Queens merupakan
sebutan untuk daerah yang mereka tinggali. Karena Ali bingung mau tinggal
dimana, akhirnya ia tinggal bersama Ratu-Ratu Queens selama di New York untuk
beberapa hari sampai ia menemukan ibunya. Saat Ali mencari ibunya ia dibantu
oleh Ratu-Ratu Queens dan akhirnya Ali bertemu ibunya dengan membawakan
rendang. Tapi, ketika Ali
bertemu dengan ibunya untuk pertama kali setelah sekian lama Ali malah merasa
kecewa terhadap ibunya. Mia malah berpura-pura tidak mengenal Ali dan hal itu
membuat Ali sakit hati.
Setelah mendengar cerita Ali yang diperlakukan buruk oleh
ibunya, Ratu-Ratu Queens merasa marah dan kesal terhadap ibunya Ali dan
berencana untuk melabrak ibunya Ali. Tapi, Ali tidak menginginkan hal tersebut.
Setelah beberapa saat, akhirnya Ali bisa berbicara dengan ibunya dan
menghabiskan waktu bersama. Setelah berbicara dengan ibunya, Ali harus menerima
kenyataan bahwa ibunya menginginkan Ali pulang ke Indonesia. Dengan berat hati
Ali harus menerima kenyataan bahwa ibunya lebih memilih keluarga baru dibanding
dengan Ali. Ali akhirnya sudah berdamai dengan dirinya sendiri dan memutuskan
untuk tinggal di New York bersama Ratu-Ratu Queens.
Film
yang ditayangkan di Netflix ini cukup sukses menghibur para pecinta film tanah
air. Film ini mengajarkan kita untuk
lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Meskipun kita tidak memiliki keluarga
yang utuh seperti Ali, tetapi kita bisa merasakan kehangatan keluarga melalui
pertemanan. Pertemanan tidak memiliki batas usia, seperti yang dilakukan oleh
Ali ia berteman dengan para wanita yang sudah berumur atau biasa disebut dengan
ibu-ibu. Film ini mengajarkan kepada kita untuk berdamai dengan diri sendiri
karena ekspektasi yang terlalu tinggi dan kenyataannya tidak sesuai yang kita
harapkan maka kita akan merasakan kecewa.
Film Ali & Ratu-Ratu Queens dirilis pada bulan Juni
2021 yang pada waktu itu sedang terjadi pandemi Covid-19. Rencana awal film ini
ditayangkan di bioskop pada tahun 2020. Namun, karena adanya pandemi tersebut
film ini ditayangkan di salah satu platform streaming film yaitu
Netflix. Hal tersebut menjadi angin segar bagi
industri perfilman di tanah air yang terkena dampak akibat adanya pandemi. Saat
pandemi juga orang-orang banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga film ini
menjadi sebuah tontonan yang hangat bersama keluarga. Meskipun tayang di
Netflix, film ini cukup sukses menarik banyak penonton.
Kelebihan film ini yaitu dalam pemilihan aktor utama
sangatlah tepat. Iqbaal Ramadhan sangat cocok memerankan Ali karena Iqbaal
memiliki karakter remaja yang kalem dan emosional. Selain itu, dengan
menambahkan para aktris komedi pada film ini membuat film ini lebih menarik dan
tidak monoton. Sinematografi dalam film ini sangat bagus karena menampilkan keindahan
kota New York. Dengan menggunakan color grading
yang memiliki tone warna yang hangat membuat penonton seolah-olah sedang
berada di kota New York. Selain itu, musik yang digunakan dalam film ini sesuai
dengan suasana kota New York.
Sangat disayangkan, film ini memiliki kelemahan seperti alur cerita yang mudah ditebak. Selain itu, akhir dari film ini kurang memuaskan karena penyelesaian konflik anatara Ali dengan ibunya terkesan tanggung dan seperti tidak benar-benar diselesaikan. Pada akhir film juga kelanjutan kehidupan Ali setelah memutuskan untuk tinggal di New York terkesan sangat singkat. Hal ini membuat film serasa tidak digarap sampai akhir. Tidak hanya itu, terdapat alur cerita yang menggantung seperti hubungan Ali dan Eva yang sampai film selesai tidak ada kejelasan mengenai hubungan mereka.
Secara keseluruhan, film Ali & Ratu-Ratu Queens termasuk film rekomendasi yang cocok untuk ditonton ketika bosan dengan film remaja yang biasanya bercerita tentang percintaan. Film ini menjadi penyegar bagi film-film Indonesia yang biasanya banyak bergenre horor atau percintaan. Film ini cukup sukses memikat hati para pecinta film tanah air dengan menyuguhkan berbagai emosi di dalamnya.

Komentar
Posting Komentar